Skip to content
← Kembali
Tentang · Profil

Pribadi yang memilih jalan tanah, lalu kembali ke layar.

Saya Roedy. Latar saya Teknik Industri. Pekerjaan saya hari ini berada di antara dua dunia yang jarang bertemu: ladang kopi di Sulawesi Selatan dan baris-baris kode untuk UMKM agro.

Ilustrasi Roedy Rustam di kebun kopi Sulawesi
Berbasis
Sulawesi Selatan, ID
Cerita

Tiga babak — sejauh ini.

I

Teknik Industri sebagai cara membaca dunia

Disiplin saya mengajarkan satu hal yang melekat sampai hari ini: setiap proses bisa dipetakan, dan setiap pemborosan punya alamat. Sertifikasi BNSP Klaster Perencanaan Produksi Sektor Industri Agro (2019) menutup babak ini sebagai fondasi formal.

Tapi yang saya bawa keluar bukan sekadar teknik — melainkan kebiasaan bertanya: di mana titik gesek terbesar? siapa yang paling kena dampaknya? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang nanti membawa saya ke kopi.

II

Agro & komunitas — mendengar lebih lama dari bicara

Di JURnal Celebes dan Aliansi Masyarakat Adat Sulawesi Selatan, saya belajar bahwa tata kelola sebuah Badan Usaha Milik Masyarakat Adat tidak bisa di-copy paste dari template MBA. Ada adat, ada cara musyawarah, ada hubungan dengan tanah yang tidak masuk di laporan keuangan.

Di Sehati Kopi Indonesia, saya mengelola alur produksi, stok, dan koordinasi tim — sambil mendampingi potensi komoditas di Barru, Toraja, dan Sinjai. Tiga geografi, tiga karakter biji, tiga komunitas yang berbeda. Pelajaran terbesar: standar kualitas hanya bertahan jika hubungan dengan petani juga terjaga.

Inkubasi Rewako Export Bank Indonesia mempertemukan semua ini dengan satu standar baru: pasar internasional. Kopi yang baik harus bisa diceritakan, dan ceritanya harus bisa diverifikasi.

III

Digital — alat bantu, bukan menara gading

Di titik ini, latar Teknik Industri & React saya bertemu di satu meja. Di Pandu Talenta Digital, saya membangun beanhub.online untuk mencatat rantai pasok kopi, dan Kafeya POS sebagai alat akuntansi UMKM yang sesuai standar pelaporan.

Saya tidak tertarik membangun software yang menang demo tapi tidak dipakai. Yang saya bangun harus berhasil di tangan ibu pemilik warung yang sibuk, dan di ponsel petani yang sinyalnya kembang kempis. Itu standarnya. Itu seninya.

Prinsip Kerja

Empat hal yang
tidak saya tawar.

Bukan slogan — ini cara saya memutuskan apa yang dibangun, ditolak, atau dihapus.

  • 01

    Mulai dari lapangan

    Solusi yang baik dilahirkan di kebun, di belakang mesin kasir, di rapat komunitas — bukan di whiteboard. Saya mendengar dulu, mengetik kemudian.

  • 02

    Sederhana adalah disiplin

    Setiap fitur harus berjuang untuk eksis. Yang dibuang sama pentingnya dengan yang dibangun. Petani dan pemilik warung tidak punya waktu untuk training.

  • 03

    Transparansi sebagai nilai

    Data yang jujur menghasilkan harga yang adil. Sistem yang saya bangun selalu menempatkan keterlacakan di atas kosmetik.

  • 04

    Komunitas dulu, produk kemudian

    Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Yang saya kerjakan harus memperkuat tata kelola yang sudah ada di komunitas, bukan menggantinya.

Pendekatan

"Sederhana itu mahal. Setiap fitur yang tidak ada adalah keputusan yang dibuat dengan hati-hati — bukan kelalaian."

1Dengar

Saya datang ke lapangan dulu. Lihat alur kerja yang sudah ada, catat friksi yang nyata. Tidak ada yang dibangun sebelum bagian ini selesai.

2Sketsa kecil

Saya prototipe yang paling sederhana — sering hanya dengan kertas atau Excel. Diuji dengan pengguna sebenarnya sebelum satu baris kode ditulis.

3Iterasi pelan

Rilis kecil, dengar lagi, perbaiki. Saya lebih suka tool yang tumbuh perlahan tapi dipakai, daripada platform megah yang dilupakan setelah peluncuran.

Toolkit

Apa yang saya bawa ke meja.

Lapangan
  • Perencanaan produksi agro
  • Manajemen rantai pasok kopi
  • Quality control & cupping basics
  • Fasilitasi BUMMA & kelompok tani
Studio
  • React & TypeScript
  • SQL & data modeling
  • Sistem informasi akuntansi
  • Excel power-user
Manusia
  • Bahasa Indonesia
  • Bahasa Bugis
  • Komunikasi lintas budaya
  • Mediasi pemangku kepentingan
Kredensial:★ BNSP Perencanaan Produksi Industri Agro★ Rewako Export · Bank Indonesia
Mari bicara

Kalau cerita ini terdengar selaras dengan apa yang sedang kamu kerjakan — mari ngobrol.

Roedy Rustam
Roedy Rustam
Industrial Engineering · Agro · Digital
© 2026 · Crafted in Sulawesi